Kedustaan Hizbyyun tentang vonis haddady dari Syaikh Robi' hafidhohulloh

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله صلى الله عليه وآله وسلم، أما بعد

 Setelah sholat Isya’ pada hari Senin (19 Robi’uts-tsani 1433H), saya –Kholid Al-Ghorbani- telah melakukan ziaroh khusus –hal itu pada kali ketiga selama dua pekan berlangsung- kepada fadhilatus-syaikh Al-Walid Al-’Allamah Robi’ bin Hadi Al-Madkholi di rumah beliau yang penuh dengan kebaikan dan sunnah. Akan saya nukilkan kepada Anda sekalian pada kesempatan mendatang –dengan izin Alloh- kelangsungan kebaikan yang terjadi tersebut pada seluruh kegiatan ziaroh saya.


Pada ziaroh ketiga, saya sengaja bertanya kepada orang tua dan syaikh kita semua –hafidzohulloh- tentang apa yang telah tersebar bersumber dari beberapa provokator dan para perusak hubungan baik di antara ahli ilmu yang mereka itu merasa jengkel dengan persatuan dan kesatuan erat yang terjadi di antara para ulama. Khususnya, golongan orang-orang yang suka menukil perkataan ahli ilmu dan menyebarkannya tanpa merujuk langsung kepada mereka.

Di antara hal itu adalah apa yang tersebar atas nama beliau dari para pemilik kepentingan, bahwasanya beliau melemparkan tuduhan kepada fadhilatus-syaikh dan muhaddits kita Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri sebagai haddadi dan pada sebagian murid-murid Dammaj adalah haddadiyyah. Mereka mengatakan bahwa apa yang telah dan sedang terjadi akhir-akhir ini berupa hubungan baik di antara keduanya berupa penghentian pembahasan masalah tersebut, hanyalah demi kemashlahatan dalam rangka mendukung Dammaj untuk berperang melawan Rofidhoh.

Oleh karena itu, maka saya bertanya kepada beliau tentang hal ini semua. Beliau menjawab:

“Sebarkan dariku bahwa mereka itu adalah para pendusta. Yang mengatakan hal itu adalah pendusta!”

Kemudian beliau juga berkata:

“Katakan kepada mereka: “Syaikh Robi’ mendustakan orang yang mengatakan hal itu. Telah selesai semua permasalahan yang terjadi antara Syaikh Robi’ dengan Syaikh Yahya untuk selamanya. Biarkanlah orang-orang yang iri dengki itu merasa tidak suka.” -Selesai -

Comments